Rancang Bangun Alat Pengendali Hama Wereng Mekanik Menggunakan LED dan Alat Penyedot

Satria Pinandita

Abstract


Abstract—Rice farmers in agricultural business experiences many obstacles in field, particularly pest attack. The farmers currently use pesticides to control brown planthoppers. Pesticides are chemicals which are very harmful and toxic to human, natural predator, and environment. Planthoppers are attracted to light; thus, a mechanical device which was supported with lamp and shuck had been constructed to attract planthoppers. The method used was a designed device using solid work. The hardware and software was designed in brown planthoppers controller in order to monitor the input of censor which was used to be analyzed and transmitted to the sucking motor driver. The device was tested in the laboratory and the field. Results of laboratory test showed that brown plant hoppers controller worked properly. The device responded input from three censors and was able to suck up the Styrofoam cuts. Results of field test indicated that the device using white LEDs captured 149 animals; blue LED captured 148 animals; red LED captured 115 animals; green LED captured 72 animals; and yellow LED captured 66 animals.
Intisari—Petani padi di dalam usaha pertaniannya banyak mengalami kendala di lapangan, salah satunya serangan hama tanaman. Kondisi saat ini para petani masih mengendalikan hama wereng coklat menggunakan pestisida. Pestisida adalah zat kimia yang sangat berbahaya dan racun bagi manusia, musuh alami, dan lingkungan sekitarnya. Wereng ternyata memiliki sifat tertarik pada lampu, dengan sifat tersebut diciptakan alat mekanik untuk menarik hama wereng coklat mengunakan lampu dan penyedot. Metode yang digunakan pertama mendesain alat dengan solidwork. Merancang hardware dan software pada alat pengendali hama wereng coklat, sehingga dapat mengontrol inputan dari sensor untuk diolah dan diteruskan ke driver motor untuk menyedot. Alat diujicoba di laboratorium dan di lapangan. Hasil pengujian alat pengendali hama wereng coklat di laboratorium ternyata dapat berfungsi dengan baik. Alat dapat merespon masukan dari 3 sensor dan dapat menyedot potongan sterofoam dengan baik. Hasil uji coba alat di lapangan menunjukkan bahwa alat sudah berhasil menangkap serangga wereng dengan menggunakan LED warna putih total tangkapan sebanyak 149 ekor, LED warna biru 148 ekor, LED warna merah 115 ekor, LED warna hijau 72 ekor dan LED warna kuning 66 ekor.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v3i4.116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id