Estimasi Posisi Objek dalam Gedung Berdasarkan GSM Fingerprint

Hani Rubiani, Widyawan Widyawan, Lukito Edi Nugroho

Abstract


Abstract—Most research of indoor localization is based on the use of short-range signals, e.g. WiFi, Bluetooth, ultra sound, and infrared. This research discusses indoor localization using the Global System for Mobile Communication (GSM). The GSM has many advantages that is explained as follows. The system can be used in vast area coverage and worked even the electrical condition of the building is being extinguished. The estimation of object position uses Receive Signal Strength (RSS) GSM fingerprinting. The experiment is conducted with 2, 3, and 4 cell-ID. The localization phase uses Naive Bayes (NB) method. Afterwards, the results will be compared with Nearest Neighbour (NN) method. The results show a correlation between the number of cell ID with average minimum distance error. The accuracy is 7.89 m using NB with four cell ID. The error is better than the use of k-NN method which has accuracy of 12.19. For the all scenario, NB method has better accuracy than k-NN method.
Intisari—Sebagian besar penelitian estimasi posisi objek dalam gedung berdasarkan pada penggunaan sinyal jarak pendek, seperti WiFi, Bluetooth, ultra sound, dan infrared. Dalam penelitian ini dibahas estimasi posisi objek dalam gedung menggunakan Global System for Mobile Communication (GSM). Penggunaan GSM mempunyai kelebihan pada jangkauan area yang luas. Penentuan posisi objek menggunakan Receive Signal Strength (RSS) GSM fingerprinting. Skenario percobaan dilakukan dengan jumlah Cell-ID sebanyak 2, 3 dan 4 Cell-ID. Estimasi posisi pada tahap positioning menggunakan metode Naïve Bayes (NB) yang hasilnya dibandingkan dengan metode k-Nearest Neighbour (k-NN). Hasil estimasi posisi menunjukkan adanya pengaruh jumlah Cell-ID terhadap jarak kesalahan rata-rata minimum. Dengan menggunakan metode NB akurasi sebesar 7.89 meter pada pengukuran dengan jumlah Cell-ID sebanyak 4. Kesalahan tersebut lebih baik daripada menggunakan metode k-NN dengan akurasi sebesar 12.19 meter pada jumlah Cell-ID yang sama yaitu 4 Cell-ID. Pada semua skenario percobaan, metode NB lebih baik dibandingkan dengan k-NN.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v1i3.124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id