Penerapan Algoritma Ant System dalam Menemukan Jalur Optimal pada Traveling Salesman Problem (TSP) dengan Kekangan Kondisi Jalan

Andhi Akhmad Ismail, Samiadji Herdjunanto, Priyatmadi Priyatmadi

Abstract


Abstract—The completion of Traveling Salesman Problem (TSP) is to find the shortest path to visit all of the cities. With the shortest path, it is expected that the travel time will also be shorter. In fact, when a salesman visits all of the cites in his list, he will find obstacles such as poor road conditions, congestion, damaged roads, or other constraints. Therefore, although the shortest path has been established, if there is an obstacle the travel time to all cities will be longer. One way to solve the TSP is by ant algorithm. The modifications were made to the Ant System by providing constraint pheromone to each road which could not be passed and also gave a long distance to the roads that should not be passed. The results of this study indicate that the ants never pass constrained sections, for square grid data also two data from TSPLIB95. This occurs because the segments were given constraints, the pheromone were weighted 0 and given the longest distance
Intisari— Penyelesaian Traveling Salesman Problem (TSP) adalah mencari lintasan terpendek kunjungan ke semua kota. Dengan lintasan terpendek tersebut maka waktu tempuh diharapkan juga akan menjadi lebih cepat. Pada kenyataannya seorang salesman ketika mengunjungi semua kota dalam daftar kunjungannya banyak terkendala dengan kondisi jalan seperti kemacetan, jalan yang rusak, atau kendala-kendala lain. Sehingga walaupun lintasan terpendek sudah didapatkan tetapi jika pada lintasan tersebut terdapat ruas jalan yang mengalami gangguan akan menyebabkan waktu tempuh ke semua kota menjadi lebih panjang. Salah satu cara menyelesaikan permasalahan TSP adalah menggunakan algoritma semut. Penulis melakukan modifikasi pada Ant System dengan memberi kekangan feromon pada tiap ruas jalan yang tidak bisa dilewati dan memberi jarak panjang pada ruas yang tidak boleh dilewati tersebut. Dengan modifikasi ini diharapkan semut tidak pernah melewati ruas jalan yang mengalami kekangan. Sehingga semut akan mencari jalur lain dalam mengunjungi semua kota yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan semut tidak pernah melewati ruas berkekangan, baik untuk data square grid maupun dua data dari TSPLIB95.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v1i3.126

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id