Pembuatan Prototipe Tempat dan Aplikasi Pengembalian Koleksi Perpustakaan Secara Mandiri

A.B. Tjandrarini, Julianto Lemantara

Abstract


Library services of STIKOM Surabaya in return
collection is not optimal since the return time is limited to the
business hours. The returning process also takes long time for
barcode reading speed is longer than RFID and fines payment
must be made directly at officer, causing queues for other
members. This study aims to create prototype and collection
return application that makes return process easier, faster, and
more flexible in time and place. RFID tag was attached to a
collection. The RFID reader located on the prototype was used to
detect the collection return data. The data was checked at
Library Information System to obtain borrowing status. If
borrowing status is valid, then green light is on and if not valid,
then red light is on. After the light turned green, the collection
return data was stored in the protype memory as backup.
Besides, the return data was sent to the collection return
application to be processed of return actual date, fines
calculation, and time determination of rejected borrow.
Experimental results show that the prototype of RFID reader
equipped with a mechanism light has been successfully
integrated with the collection return application module. The
application can also perform the return process in changes of
return collection realization date, fines calculation, and time
determination of rejected borrow.

Pelayanan perpustakaan STIKOM Surabaya dalam
pengembalian koleksi belum optimal dikarenakan waktu
pengembalian koleksi terbatas pada jam kerja. Proses
pengembalian koleksi juga membutuhkan waktu cukup lama
dikarenakan kecepatan pembacaan barcode lebih lama daripada
RFID dan pembayaran denda harus dilakukan langsung di
petugas sehingga menimbulkan antrian untuk anggota lain.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe tempat dan
aplikasi pengembalian koleksi yang membuat proses
pengembalian menjadi lebih mudah, cepat, dan fleksibel dalam
segi waktu dan tempat. Tag RFID ditempelkan ke koleksi. RFID
reader yang terletak pada prototipe bertugas mendeteksi data
peminjaman koleksi bersangkutan. Data tersebut dicek pada
Sistem Informasi Perpustakaan untuk mendapatkan status
pinjamnya. Jika status pinjam valid, maka lampu hijau menyala
dan jika tidak valid, maka lampu merah menyala. Setelah lampu
hijau menyala, data pengembalian koleksi tersimpan di memori
prototipe sebagai cadangan. Pada saat itu, data pengembalian
dikirim ke aplikasi pengembalian koleksi untuk diproses tanggal
realisasi pengembalian, perhitungan denda, dan penentuan lama
scorsing. Hasil uji coba menunjukkan prototipe yang dilengkapi
RFID reader dengan menerapkan mekanisme nyala lampu telah
berhasil diintegrasikan dengan modul aplikasi pengembalian
koleksi. Aplikasi juga dapat melakukan proses pengembalian
dalam hal perubahan tanggal realisasi pengembalian koleksi,
perhitungan denda, dan penentuan lama scorsing.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v4i1.131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id