Kontrol Gerakan Objek 3D Augmented Reality Berbasis Titik Fitur Wajah dengan POSIT

Heri Pratikno

Abstract


Abstract— Augmented Reality (AR) is a technique in computer
science that combines real world conditions with the computer
computation results in the form of 2D or 3D graphics. In this study,
a method and application implementation in Augmented Reality
environment with markerless was discussed. In the markerless
technique, interaction process between humans and computers
becomes more natural and intuitive than the marker based
techniques. Markerless techniques applied in this study used facial
feature points so that the result is more robust for the head object
does not produce light. The main problem in this area of research
is how the process of controlling the 3D object movement does not
experience anomalies such as railroad phenomenon, where the the
eyes catch as if the distance between the two railroads narrower at
the farther view. This study used POSIT (Pose from Orthography
and Scale with ITeration), where the position and orientation of the
3D objects were projected in orthographic from facial feature
points with scaling, so the change in the distance between the face
and the webcam were proportional to the big - small changes of 3D
objects. The next step was iteration process carried out four to five
times to look for the smallest error factor to obtain the best pose.
Intisari— Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknik
dalam bidang ilmu komputer yang mengkombinasikan antara
kondisi dunia nyata dengan data hasil komputasi dari sebuah
komputer dalam bentuk grafis 2D maupun 3D. Pada penelitian
ini, dibahas sebuah metode dan implementasi aplikasi di
lingkungan Augmented Reality secara markerless. Pada metode
markerless proses interaksi antara manusia dan komputer lebih
alami dan intuitif dibandingkan dengan metode berbasis marker.
Metode markerless yang diterapkan pada penelitian ini
menggunakan titik-titik fitur wajah supaya hasilnya lebih robust
karena objek kepala tidak menghasilkan cahaya sehingga
mengandalkan titik-titik fitur wajah. Permasalahan utama pada
bidang penelitian ini adalah bagaimana proses pengontrolan
pergerakan objek 3D tersebut tidak mengalami anomali seperti
rel kereta api, semakin jauh mata memandang seakan-akan
jarak antara kedua rel kereta api semakin menyempit. Penelitian
ini menggunakan metode POSIT (Pose from Ortography and
Scale with ITeration), posisi dan orientasi objek 3D
diproyeksikan secara ortografi dari titik-titik fitur wajah dengan
pen-skalaan, sehingga perubahan jarak antara wajah dan
webcam berbanding lurus dengan perubahan besar dan kecilnya
objek 3D. Langkah berikutnya dilakukan proses iterasi empat
sampai lima kali untuk mencari faktor kesalahan terkecil
sehingga didapatkan pose terbaik.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v4i1.133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id