Monitoring Kontrol Greenhouse untuk Budidaya Tanaman Bunga Krisan dengan LabView

Sukandar Sawidin, Olga Engelin Melo, Tracy Marsela

Abstract


One of the plants that is cultivated in Tomohon City is Chrysanthemum. Nowadays, the cultivation of chrysanthemum in a greenhouse is still using the conventional method where farmers are difficult to manage the process of watering and light, therefore, the efflorescence of chrysanthemum plants is disturbed. Based on that case, a control system is created using a microcontroller Arduino to adjust the temperature, humidity, light, and watering of plants in the greenhouse, and to monitor the system in a PC using Labview and TCP/IP. The results show that the system has been running according to the plan. Based on the temperature control set point, the valve will be "on" to distribute water and reducing temperature until valve will be “off” when the temperature set point is reached. Moisture control is tested when the heater is “on” and distributes steam in the greenhouse. If humidity is detected lower than the set point value, the heater will be “off”. Light control testing begins since the seed is planted up to 10 weeks by controlling the lights at the night and setting the RTC (Real time clock) for 4 hours (09.00 pm to 01:00 am).

Salah satu tanaman hias yang dibudidayakan di Kota Tomohon adalah bunga krisan. Budidaya tanaman bunga krisan di dalam greenhouse saat ini masih menggunakan metode konvensional sehingga petani sulit mengatur proses penyiraman dan cahaya, yang menyebabkan terhambatnya pembungaan tanaman bunga krisan. Berdasarkan hal tersebut dibuat suatu sistem kontrol menggunakan mikrokontroller Arduino untuk mengatur suhu, kelembaban, cahaya, dan penyiraman tanaman di dalam greenhouse serta monitoring pada PC dengan Labview dan media TCP/IP. Hasil pengujian pada greenhouse menunjukkan bahwa sistem telah berjalan sesuai dengan perencanaan. Pada pengujian kontrol suhu, sesuai dengan set point, valve akan "on" untuk mendistribusikan air irigasi dengan sistem tetes dan menurunkan suhu sampai valve "off". Pengujian kontrol kelembaban dilakukan pada saat heater “on” dan mendistribusikan uap panas di dalam greenhouse. Bila terdeteksi kelembaban lebih rendah dari nilai set point maka heater “off”. Pengujian kontrol lampu dilakukan sejak bibit ditanam sampai usia 10 minggu, dengan pola pengaturan fase vegetatif dan penambahan cahaya lampu di malam hari dengan mengatur RTC (real time clock) selama 4 jam (21.00-01.00)

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v4i4.169

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id