Sudut Elevasi dan MUF pada Sistem Komunikasi Radio HF Lintasan Merauke - Surabaya

Indah Kurniawati

Abstract


Abstract— HF radio which frequency allocations 3-30 MHz is suitable for communication in long distance, wide, separated by oceans and remote area. This system is to be an alternative for a high cost satellite technology, especially Indonesian area where there is no communication system there. In this paper, we discussed long distance HF communication system parameters, namely elevation angle and Maximum Usable Frequency for Merauke-Surabaya link. For computation, the radius of the earth used was radius of the earth in equator. Ionosphere variation conditions were obtained from ionosonde measurement operated in Kupang by LAPAN in March 2013.  The results of this computation are : if HF radio waves are reflected once, the elevation angle will be too small so that it was difficult to apply for  antenna. In order to make it simple to apply, radio waves has to be reflected twice in F layer.  The other result are that MUF values depend on foF2 variations for each days where MUF is higher in a day than in a night.

 

Intisari— Sistem komunikasi High Frequency dengan alokasi frekuensi 3-30 MHz sesuai untuk diaplikasikan di wilayah dengan jarak yang jauh, terpisah lautan dan terpencil. Sistem ini dapat menjadi alternatif bagi mahalnya teknologi satelit, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan sistem komunikasi di Indonesia. Pada makalah ini dibahas parameter sistem komunikasi HF jarak jauh yaitu sudut elevasi dan Maximum Usable Frequency (MUF) untuk lintasan Merauke – Surabaya. Untuk perhitungan, jari-jari bumi yang dipergunakan adalah jari-jari bumi di ekuator, sedangkan variasi kondisi lapisan ionosfer diperoleh dari hasil pengukuran ionosonda yang dioperasikan LAPAN di Kupang pada Bulan Maret 2013. Dari hasil analisis diperoleh bahwa jika gelombang radio merambat dengan satu kali pantulan, maka sudut elevasi kedatangan gelombang sangat rendah sehingga sulit untuk diapikasikan pada kondisi fisik antena. Oleh karena itu agar mudah diaplikasikan, maka gelombang radio harus merambat dengan dua kali pantulan pada lapisan F. Sedangkan nilai MUF bervariasi untuk setiap jam mengikuti variasi foF2 dimana siang hari lebih tinggi daripada malam hari.

 

Kata Kunci— HF, sudut elevasi, MUF, foF2, ionosonda


Full Text:

PDF

References


K. Davies, Ionospheric Radio, Peter Peregrinus Ltd, London, United Kingdom, 1990

K.A Hadi., A.Z Aziz, “Studying the Impact of The Solar Activity on The Maximum Usable Frequency Parameter Over Iraq Teritory”, IOSR Journal of Computer Engineering (IOSRJCE), Vol.5 Issue 3 September-Oktober 2012, p. 35-39

J.M Goodman,”Availability Correlation Distance For HF Communications in a Global Network”, HF Radio System and Techniques, Conference Publication No. 411, 7-10 July 1997, p. 140-144

(2013) The NASA Website. [Online]. Available :http://www.nssdc.gsfc.nasa.gov/

L. McNamara, The Ionosphere:Communications, Surveillance, and Direction Finding, Krieger Publishing Company, Malabar Florida, 1991

Jiyo, ”Penentuan Frekuensi Maksimum Komunikasi Radio Dan Sudut Elevasi Antena”, Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara, vol. 4, pp. 25-30, Maret 2009




DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v3i1.41

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id