Purwarupa Sistem Peringatan Dini Awan Panas Gunungapi Berbasis Sistem Informasi Geografis (Kasus Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta)

M. Nur Budiyanto, P. Insap Santosa, Sujoko Sumaryono

Abstract


Purwarupa Sistem Peringatan Dini Awan Panas Gunungapi Berbasis Sistem Informasi Geografis (Kasus Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta)
M. Nur Budiyanto1, P. Insap Santosa2, Sujoko Sumaryono3



Salah satu bahaya primer yang ditimbulkan oleh aktivitas valkanis gunung Merapi adalah awan panas (piroclastic flow) yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik dan bebatuan. Aliran ini dapat bergerak dengan cepat menuruni lereng gunung dengan suhu yang sangat tinggi. Kondisi alam gunung Merapi menyebabkan kesulitan dalam pemantauan awan panas secara visual, sedangkan penggunaan peralatan seismik membutuhkan tenaga ahli untuk menganalisis data. Hal ini mengakibatkan petugas kesulitan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat secara cepat dan tepat. Sehingga perlu dilakukan kajian untuk merancang sistem peringatan dini awan panas yang dapat memberikan kemudahan petugas untuk melakukan pemantauan awan panas dan dapat memberikan peringatan bahaya. Penelitian ini merancang sistem peringatan dini awan panas berbasis sistem informasi geografis dengan memanfaatkan sensor suhu sebagai alat deteksi awan panas, sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan pemantauan dan dapat memberikan peringatan dini kepada penduduk disekitar gunung Merapi sehingga dapat meminimalkan korban jiwa akibat awan panas. Penelitian dilaksanakan dengan metode survai lapangan, pengamatan dan wawancara sedangkan perancangan perangkat lunak menggunakan metodologi waterfall atau model sekuensial linier yang terdiri dari analisa, desain, implementasi serta pengujian. Untuk pengujian digunakan sensor suhu infra merah menggunakan mikrokontroller ATMega8535. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah purwarupa sistem peringatan dini awan panas gunungapi berbasis sistem informasi geografis dengan memanfaatkan sensor suhu sebagai alat deteksi awan panas. Sensor suhu yang digunakan dalam pengujian sistem adalah sensor suhu infra merah dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengubah sinyal analog ke digital. Sistem ini memiliki fasilitas untuk mengatur peletakan sensor, membaca suhu pada masing-masing sensor, dan memberikan peringatan bahaya sesuai dengan batasan yang sudah ditentukan.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v1i1.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id