Perbandingan Penggunaan Teknik Diversity pada Jaringan Gelombang Mikro di Lingkungan Danau

Syahrul Hidayat Triwibowo, Eka Wahyudi, Solichah Larasati

Abstract


Sistem komunikasi gelombang mikro banyak diimplementasikan sebagai jaringan backhaul jaringan seluler, karena memiliki kelebihan dalam kesederhanaan instalasi dan dapat menjangkau wilayah terpencil yang sulit terjangkau serat optik. Dalam makalah ini, dilakukan perbandingan penggunaan teknik frequency diversity dan teknik space diversity pada konfigurasi jaringan gelombang mikro di lingkungan danau dengan menggunakan Pathloss 5.0, dengan menggunakan dua site, yaitu site Mongal dan site Bintang di daerah Aceh. Dua site ini berada di dua buah kota yang terpisahkan oleh sebuah danau, sehingga tidak mendukung diadakannya komunikasi wireline. Oleh karena itu, perlu adanya komunikasi secara wireless pada site Mongal dan site Bintang. Sebelum dilakukan optimasi teknik diversity, diperoleh availibility sebesar 99,9554%. Setelah digunakan teknik frequency diversity dengan perbedaan frekuensi 460 MHz, 920 MHz dan 1.380 MHz serta space diversity dengan spasi 0,9 meter, 1,7 meter dan 2,6 meter, didapat hasil availability yang paling baik dengan nilai 99,9977%, saat menggunakan teknik space diversity dengan jarak (spasi) maksimum 2,6 meter di bawah antena utama.

Keywords


Gelombang Mikro; Frequency Diversity; Space Diversity; Availability; Pathloss 5.0

Full Text:

PDF

References


A. Hikmaturokhman, Diktat Kuliah Gelombang Mikro, Purwokerto, Indonesia: Akatel Sandhy Putra, 2007.

S. Purbawanto, “Pengaruh Fading pada Sistem Komunikasi Gelombang Mikro Tetap dan Bergerak,” Jurnal Teknik Elektro, Vol. 3, No. 1, hal. 33-39, 2011.

A.C. Eska, “Komunikasi Bergerak Frekuensi 2.3 GHz Melewati Pepohonan Menggunakan Metode Giovanelli Knife Edge,” Jurnal Infotel, Vol. 8, No. 1, hal. 94-99, 2016.

A. Hikmaturokhman dan A. Wahyudin, Perancangan Jaringan Gelombang Mikro Menggunakan Pathloss 5: Teori dan Simulasi, Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Ilmu, 2018.

D.B. Liu, E. Wahyudi, dan E.S. Nugraha, “Pengaruh Space Diversity terhadap Peningkatan Availability pada Jaringan Microwave Lintas Laut dan Lintas Pegunungan,” Jurnal Elektro Telekomuikasi Terapan, Vol. 4, No. 2, hal. 541–550, 2017.

S. Pramono, “Analisa Perencanaan Power Link Budget untuk Radio Microwave Point to Point Frekuensi 7 GHz (Studi Kasus : Semarang),” Jurnal Teknik Elektro Terapan, Vol. 3, No. 1, hal. 27-31, 2014.

Faqih, “Desain Ketinggian Antena dan Link Budget Sistem Komunikasi LOS Radio Microwave dalam Konfigurasi Non-Diversity,” Widya Teknika, Vol. 18, No. 1, hal. 29-33, 2010

Faqih, “Konfigurasi Space Diversity Pada Perencanaan Link Microwave Siwa – Sulaho,” Widya Teknika, Vol. 18, No. 2, hal. 29-33, 2010.

Z.H. Pradana dan A. Wahyudin, “Analisis Optimasi Space Diversity Pada Link Microwave Menggunakan Itu Models,” Jurnal Elektro Telekomunikasi Terapan, Vol. 4, No. 2, hal. 586-592, 2017.

Y. Rahmawati dan A. Wahyudin, “Perancangan Jaringan Backhaul Sistem Transmisi Gelombang Mikro Digital Menggunakan Frequency Diversity di Wilayah Kepulauan Riau,” Techno, Vol. 19, pp. 63-70, 2018.

R. Freeman, Telecommunication System Engineering Fourth Edition, New York, USA: John Wiley & Sons Ltd, 2004.

W. Stallings, “Transmission Media,” dalam Data and Computer Communications, 7th ed., New York, USA: Pearson Higher Ed., 2013.

I. Sinclair, “Electronic and Electrical Servicing, 2nd ed. Burlington, USA: Elsevier Ltd., 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v8i3.525

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI)

JNTETI (Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi)

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika No 2. Kampus UGM Yogyakarta 55281
+62 274 552305
jnteti@ugm.ac.id